Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Sehat
Memberdayakan petani lokal di SPPG Angsau Dua
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-03 15:05:36【Sehat】435 orang sudah membaca
PerkenalanProses pemorsian MBG di dapur SPPG Angsau Dua milik Polres Tanah Laut, Kamis (6/11/2025). ANTARA/Fir

Pelaihari (ANTARA) - Satu unit mobil bak terbuka, Rabu (5/11) pagi membawa bahan pangan tiba di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Angsau Dua yang dikelola Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Tanah Laut, Polda Kalimantan Selatan, untuk mendukung program Makan Bergiizi Gratis atau MBG.
Barang yang diangkut untuk program MBG itu berupa buah apel 100 kilogram, wortel 20 kilogram, kentang 50 kilogram, selada 9,5 kilogram, tempe 58 kilogram dan ayam potong 47 kilogram.
Semua barang langsung dimasukkan ke ruang penyimpanan, sebelum diproses untuk dimasak bagi produksi program MBG.
Bahan baku pangan untuk MBG ini, semuanya berasal dari petani lokal di Kabupaten Tanah Laut yang telah bekerja sama dengan SPPG Angsau Dua di Jalan Ahmad Yani Gang Rahayu, Kelurahan Angsau, Kecamatan Pelaihari.
Kepala SPPG Angsau Dua Muhammad Alif Lazuardi mengaku memberdayakan petani lokal dan juga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) memang menjadi komitmen pihaknya, sebagaimana arahan Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Sialagan.
"Jadi semua bahan pangan, termasuk beras, dipasok dari Kabupaten Tanah Laut, harapannya keberadaan SPPG berdampak terhadap ekonomi masyarakat lokal," kata Alif.
Kabupaten Tanah Laut memang dikenal sebagai sentral pertanian hortikultura, seperti buah-buahan dan sayuran.
Daerah ini juga menjadi kabupaten andalan atau role modelatas berbagai pencapaian dalam hal produksi padi.
Tahun ini peningkatan surplus beras sebesar 27.628 ton, dengan produksi beras 63.435 ton, sementara jumlah penduduk 365.000 jiwa, dengan konsumsi berasnya sebanyak 35.807 ton.
Memiliki luas wilayah mencapai 363 ribu hektare, dengan 264 ribu hektare, di antaranya pertanian dan perkebunan dan 27 ribu hektare adalah luasan lahan baku sawah (LBS). Daerah ini subur, dengan budi daya pertanian yang menjadi penopang ekonomi masyarakat desa.
Ada lima kelompok tani dan 10 UMKM yang digandeng untuk memastikan ketersediaan bahan baku bagi kebutuhan SPPG itu setiap harinya yang harus menyediakan 3.186 porsi MBG.

Suka(1)
Artikel Terkait
- Raffi Ahmad apresiasi transformasi lapas di Nusakambangan
- Penggunaan ekspresi dan suara penting dalam melatih anak berinteraksi
- Kolaborasi lintas sektor kunci keberhasilan MBG
- BPKH targetkan dana kelolaan haji capai Rp188,9 triliun pada 2025
- BPKN wajibkan pelaku usaha patuhi regulasi keamanan pangan
- Bank Aladin Syariah siap biayai pelaku usaha halal Rp19 miliar
- Netanyahu: Pasukan Israel akan tetap berada di Gaza
- Wamen PPPA harap hasil kebun di Gorontalo bisa dukung program MBG
- Kemnaker mulai buka pendaftaran peserta Magang Nasional Batch 2
- Empat ekor beruang muncul di perkebunan warga di Agam
Resep Populer
Rekomendasi

SPPG Meruya Selatan akui adanya uji organoleptik menu pradistribusi

Berkah Makan Bergizi Gratis

DPR minta BPOM tindak tegas soal penipuan "bakery" bebas gluten

Mesir kirim konvoi bantuan ke Gaza usai kesepakatan gencatan senjata

56 UMKM di Jakbar ikuti pelatihan komoditi makanan

Enam warisan budaya Jepara lolos sidang WBTb Indonesia 2025

UNRWA: Stok pangan cukup penuhi kebutuhan warga Gaza hingga tiga bulan

Bank Indonesia dorong pengembangan ekonomi lewat wisata ramah Muslim